Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Warga +62 Cenderung Membagikan Hoax, Ini Beberapa Penyebabnya

Share :
Memang masyarakat +62 ini suka dengan yang namanya berita viral. Ketika scroll dan melihat berita yang heboh di Media Sosial maka  tanpa berfikir lagi, mereka terus membagikan berita tersebut bahkan sampai ke grub-grup publik. Bagaimana jika berita tersebut termasuk berita HOAX?. Kenapa warga +62 cenderung melakukan ini dan apa Alasannya ?


Beberapa kejadian sering kali ditemukan di sosial media seperti halnya Facebook yang mana ada Kaum milenial awam yang melihat berita menarik sehingga terpicu membagikan berita tersebut kepada publik secara berulang dan akhirnya tertangkap dan mendapat jeratan sebagai bentuk tanggung jawab. 

Biasanya orang tersebut adalah tipe orang yang sukar membaca berita dari sumber asli dan hanya sekedar mencari sensasi di hadapan Publik. Seperti halnya Facebook, ketika berita tersebut terus tersebar maka sumber pertama akan merasa bangga karena banyaknya komentar dan like dari berbagai Netizen.

Masih ingat dong dengan video hoax tentang seorang bayi baru lahir yang bisa bicara dan mengatakan bahwa makan telur rebus tengah malam dapat mencegah diri dari infeksi virus Corona. Video ini sudah dibagikan ribuan kali di media sosial terutama facebook.


Dari 1 (satu) akun facebook di atas saja, video ini sudah dibagikan sebanyak 11 ribu kali. Belum dihitung pula dengan beberapa akun lain yang juga menyebarkannya di facebook. Ini merupakan video yang berisi informasi yang tidak benar/hoax. Ada apa dengan warga +62?

Dalam situasi pandemi corona ini, bukan hanya infeksi virus corona saja yang harus kita waspadai. Namun juga penyebaran berita hoax dalam bentuk apapun.

Ketahuilah, ketika berita yang disebarkan adalah HOAX maka bisa berakibat kekacauan. Dimana nantinya terjadi perselisihan tanpa alasan antara beberapa pihak sehingga tak jarang orang yang menyebarkan berita HOAX akan mendapat jeratan Penjara, Meski hal tersebut sudah ditegaskan oleh pihak berwajib, masih saja ada banyak beberapa orang yang terus menyebarkan berita HOAX, Hmmm... Kenapa ya ?

Daftar Isi

Penyebab Warga +62 Cenderung Membagikan Hoax

Ternyata ada banyak sekali penyebab yang memicu penyebaran Hoax semakin marak di Indonesia yaitu:

1. Penyebaran HOAX Karena Faktor Sensasi

Bagian ini sebagian sudah saya tulis di atas, namun rasanya kurang lengkap ya geng. Jika dilihat dari segi ini, biasanya pelaku tersebut adalah pihak ke 2 yang memang sengaja untuk membangun viralitas Berita tersebut dan apabila berhasil maka mereka akan bangga karena berbagai alasan :

a. Bangga karena Masuk daftar pertama yang membagikan berita tersebut.

Masyarakat 62 akan langsung terpicu dengan isu sebaran berita terbaru yang dibagikan melalui sosial media, tidak memandang sumbernya dari mana maka netizen akan langsung percaya dan apabila tertarik dengan berita yang mengundang emosional maka Mereka juga akan ikut membagikan berita tersebut ke beberapa Grub terutama Facebook dan Whatsapp 

b. Bangga ketika mendapat Tanggapan dan Interaksi yang tinggi .

Saya yakin ini adalah tujuan pertama seorang Facebookers dimana mereka akan merasa  puas apabila status yang di tulis mengundang banyak komentar dan like serta interaksi yang tinggi.

c. Bangga karena memperoleh banyak Followers

Ketika sering update maka kemungkinan mereka akan mendapat banyak pengikut di akun sosial media miliknya dan dengan begitu tingkat interaksi pun akan terus meningkat. Namun ketahuilah, tindakan ini semestinya harus di perhatikan, Bagi menyediakan Informasi harusnya membaca berbagai sumber dan meneliti kebenaranya terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kekacauan yang merugikan orang lain.

2. Mengikuti Trend

Sistem penyebaran HOAX ini biasanya melalui beberapa metode seperti VIDEO, status Facebook dan Artikel News yang sengaja disebarkan oleh beberapa orang. Alurnya adalah, ketika seseorang membaca atau menonton berita di media lain dan merasa emosional maka mereka akan langsung membagikan-nya tanpa menelusuri kebenaranya terlebih dahulu.

Orang yang sering melakukan penyebaran berita ini adalah kalangan Milenial yang sukar membaca berita melainkan hanya membaca tanggapan dari berita tersebut. Apabila berita yang diterbitkan memiliki tanggapan menarik maka mereka akan terus membagikan ke beberapa Grub dan membuatnya trending Kembali.

3. Hoax Mampu mendatangkan uang dalam waktu singkat 

Masyarakat Indonesia akan menghalalkan segala cara demi keuntungan yang tinggi, salah satunya adalah menyebar berita berita Hoax dengan cara menerbitkannya di berbagai platform media dalam berbagai bentuk. Namun yang sering terjadi adalah diterbitkan dalam bentuk Video dan tulisan.

Pelaku biasanya menggunakan blog atau website bahkan YouTube untuk menyebarkan sebuah berita, apabila dalam platform media miliknya telah ber-sponsor maka kemungkinan pendapatan akan cepat meningkat. 

Begini Alurnya ? Seorang blogger atau YouTuber selalu berusaha meningkatkan pendapatan mereka dan salah satunya dengan menyebarluaskan bahkan membuat konten berita Hoax yang di dalamnya terdapat kata yang mampu mengundang emosional, ketika seorang pembaca / penonton tertarik dan membaginya maka trafik / View mereka juga akan ikut meningkat dan seiringan itu pendapatan juga akan meningkat.

Dalam kategori ini biasanya mereka adalah sumber utama yang menerbitkan isu HOAX kepada publik lewat media miliknya. Coba bayangkan apabila dalam 1 (satu) konten tersebut menjadi viral dan dibaca atau di tonton oleh jutaan pengguna Perhari, keuntungan dalam waktu 1 hari bisa mencapai jutaan lho ?

Namun tetap saja yang karena tindakan yang salah, tak jarak pelaku pertama ini di ringkus oleh pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

4. Memang suka berbagi Informasi kepada Publik 

Ini yang lebih parah, Biasanya pelaku tidak membaca berita yang dibagikan tersebut secara menyeluruh sehingga tidak tahu pasti isi beritanya. Orang yang sering melakukan aksi ini biasanya dari kaum wanita mulai dari remaja sampai ibu ibu rumah tangga yang asal main share tanpa mengetahui isi pasti berita tersebut.

5. Memang benci dengan orang yang jadi bahan pembicaraan 

Ketika seseorang mendapatkan masalah dengan orang lain kemudian di kemudian hari orang tersebut menjadi bahan pembicaraan di publik, biasanya orang tersebut akan membagikan berita tentang dirinya kedalam publik meski dirinya tahu bahwa berita tuduhan itu adalah tidak benar. Motifnya sebagai bentuk balasan untuknya sehingga dirinya merasa puas. Orang yang suka melakukan penyebaran berita Hoax sepeti ini secara umum datang dari kalangan pengusaha, selebriti, dan dari beberapa pejabat pemerintah.

Itulah penyebab beberapa  Warga +62 cendrung membagikan hoax, Duh duh .... Kalau begini terus, bagaimana negara bisa maju ya ?

Tips Penting Terhindar Dari Membagikan Berita Hoax

Nah jika kamu suka membagikan Informasi, maka sebaiknya perhatikan beberapa hal penting berikut ini agar terhindar dari isu HOAX 

1. Jika berita yang akan anda bagikan adalah tulisan dari sebuah website berita maka carilah kebenarannya dengan cara melihat alamat situs yang digunakan. Cari pula sumber - sumber lain yang membahas berita serupa. Apabila ada banyak situs yang membagikan berita tersebut dilengkapi dengan ilustrasi alur dan identitas yang jelas maka kemungkinan berita tersebut adalah Fakta.

2. Jangan mudah terpancing berita yang viral dan memiliki banyak interaksi pengguna sebelum mengetahui secara jelas isi dari berita tersebut.

3. Apabila informasi yang dibagikan berupa tutorial atau langkah - langkah atau bahkan edukasi, sebaiknya pikirkan atau praktekkan terlebih dahulu secara nyata dan jika berhasil atau benar bisa membagikan-nya ke Publik.

Mari kita bantu pihak berwajib dalam mencegah penyebaran Hoax yang masih terjadi di negara kita. Setiap orang bertanggungjawab dengan apa yang dibagikannya di media sosial. 

Belum ada komentar untuk "Warga +62 Cenderung Membagikan Hoax, Ini Beberapa Penyebabnya"